Waktu pertama kali aku masuk kuliah, aku bahkan gak tau mau berbuat apa sama masa depanku. Aku...bisa dibilang gak punya cita cita. Cita citaku gak bisa aku raih karena keterbatasan. Ini sedih, banget. Bahkan kalo di jadiin sinetron kalian bisa nangis kejer HAHAA gakdeng canda...
Ketika km punya mimpi atau cita cita tapi km gak bisa meraih itu, apa yang lakukan? Menangis? Meraung? Menjerit? Mengumpat? Atau bahkan km pasrah? Kalo aku, aku lebih milih pasrah. Tapi sebelum pasrah aku marah. Entahlah aku pikir ini cukup sulit buat aku. Aku gak bisa melakukan hal yang aku suka yang jadi passionku. Aku didikte dan ketika aku bisa memilih apa yang aku suka, aku punya keterbatasan.
Pertama kali aku ngelamar kerja, aku gak punya pikiran apa apa seperti 'cari kerja itu susah',....dsb. Setelah setahun aku mencari barulah aku ngerasa itu sulit sekali. Betapa anak lulusan sma sulit sekali dapet pekerjaan di indonesia. Aku punya cita cita sekarang. Aku kepengen jadi pramugari garuda indonesia. Nonsense kayaknya tapi aku bakal berusaha. Aku pernah coba citilink tapi gagal, skrg aku lagi berusaha lagi dengan cari kerja lain selama aku 'memperbaiki diri'
Haaaaahh....terakhir kali aku kirim lamaran kerja aku bilang 'Tuhan kalo yang ini tetep ditolak atau gak memungkinkan, aku bakal berhenti buat kirim lamaran kerja' tapi aku sekarang punya 2 surat lamaran kerja yang bakal aku kirim.
I got so many problems and i feel this is too difficult to me.
Kalo aja mati itu adalah pilihan yang Tuhan kasih sekarang, mungkin aku lebih milih mati. Apa gunanya hidup? Kita hidup dijaman yang selalu susah. Ketika mati kita gak perlu mikir beli makan atau beli baju, kan? Mati itu adalah keuntungan. Hidup di jaman dimana semuanya sulit, aku pikir mati itu pilihan yang paling tepat.
Kalo aja bunuh diri gak dosa dan bisa langsung masuk surga, aku lebih pilih mati bunuh diri dari 2 tahun yang lalu. Sayangnya itu dosa dan aku udh kebanyakan dosa sampe sampe aku gak bisa gerak. Hmm....
Setiap hari aku harus ngejalanin hidup kayak gini. Terdengar seperti mengeluh ya? Iya aku memang mengeluh. Aku capek. Sangat capek. Aku bahkan berharap gak bisa buka mata ketika pagi dateng. Aku berharap mataku tertutup selamanya sampe akhirnya waktu yang aku tunggu dateng dan aku bisa buka mata lagi. Its like a story of sleeping beauty. Dia tidur panjang sampe pangeran dateng. Tapi aku gak pengen pangeran manapun dateng. I want something more precious than meet someone i loved. It's happiness.
Yah tapi apa daya kan. Aku gak bisa mati gitu aja. Kalopun aku harus nyerah, mungkin aku harus nyerah ketika Tuhan bilang 'waktumu selesai' tapi sebelum itu, aku harus berjuang. Aku gak minta semua dipermudah, tapi yang aku minta cuma kekuatan, kebesaran hati, kesabaran. Apalagi yang bisa diminta selain ketiga hal itu?
Aku terlalu capek. Aku selalu pengen jadi orang yang berdiri paling depan waktu perang, tapi nyatanya..untuk memghadapi perangku sendiri aja aku gak mampu. Aku terlalu banyak nangis dan minta. Aku gak sekuat kelihatannya. Ketika orang berbicara tentang aku dibelakangku atau bahkan didepanku, aku cuma bisa diem. Ketika org bilang aku gak mampu, aku gak berharga semua kata kata gak pantes atau bahkan perlakuan yang jahat aku terima.
Aku benci diriku sendiri. Aku benci diriku yang ini. Aku benci jadi april. Karena kata kata mereka aku sampe meragukan diriku sendiri. Aku gak bisa jadi lebih baik dengan hal ini.
disaat yang lain aku bilang sama diriku sendiri kalo aku ini berharga. Dan aku bakal buktikan itu. Aku gak seburuk itu kalo pun aku buruk, aku bisa berubah jadi putri mahkota dalam semalam! Aku jamin itu.
Sekarang aku gak punya pilihan lain selain tetap berdiri. Aku kuat dan aku berharga. Aku gak akan kalah dengan hal hal semacam itu. Meskipun gak ada satupun orang didunia yang melihat aku, aku tau di sisiku ada 'seseorang' yang selalu support aku.
Aku harus berjuang sampe akhir kan seberat apapun ini sekarang atau sesulit apapun ini. Entah sampe harus telanjang kaki jalan di atas pecahan kaca bahkan api aku bakal lakukan itu semua.
Mimpi, cita cita dan harapan. Itu yang buat kamu kuat menjalani semua.